SepucukJambi9Lurah. rePOST24.id
Ada yang perlu diluruskan dalam dugaan pembelokan sejarah yang disampaikan oleh Gubernur Jambi Dr. Al Haris dalam momentum peringatan Isra Mi’raj dan Haul Datuk Paduka Berhala, Selasa (1/1/2026).
Sebagaimana telah beredar luas pada banyak media massa, dalam acara yang digelar di Masjid Tsamaratul Insan (Islamic Center) Selasa Kemarin, Al Haris bilang Datuk Paduka Berhala (Paduko Berhalo) sebagai ‘Rajo Jambi’. Selengkapnya beliau bilang begini;
”Pada kesempatan ini, kita juga melaksanakan Haul Rajo Jambi Datuk Paduko Berhalo, sebuah momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan tokoh besar dalam sejarah Tanah Jambi. Rajo Jambi Datuk Paduko Berhalo menjadi simbol kearifan, keberanian, dan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar terbentuknya tatanan adat dan pemerintahan di Jambi,” ujarnya.
Lebih lanjut orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut menuturkan bahwa pelaksanaan Haul ini memiliki makna yang sangat mendalam. Selain sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaga dan merawat identitas budaya, memperkuat nilai keislaman, serta menanamkan semangat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
”Saya mengajak kita semua untuk senantiasa memperbanyak amalan sholeh dan mendoakan para syuhada, para guru-guru kita, para orang tua yang telah mendahului kita, terutama Rajo Jambi Datuk Paduko Berhalo, semoga Allah SWT mengampuni segala kekeliruannya, diterima amal baiknya,” tuturnya.
Pernyataan tersebut pun sontak mendapat respons keras dari
Ketua Pusat Data Artefak & Sejarah (PUDAS) Nusantara, hafizi Alatas.SE.SH, merespon pernyataan Gubernur Jambi Aharis, yang di anggap telah membelokkan sejara Jambi, ” kita meminta Bapak Gubernur Jambi agar memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan yang keliru tersebut, karena kalau ini berkembang dan tidak di klarifikasi maka sejarah Jambi akan sesat , terutama tentang Raja-raja Jambi, tuturnya
Ditambahkan, berdasarkan penelitian dan kajian mendalam terhadap berbagai arsip sejarah dan budaya yang sudah lama dilakukan oleh PUDAS Nusantara. Sejatinya, Datuk Paduko Berhalo tidak pernah menjabat sebagai Raja Jambi, tegas beliau.
Kajian sejarah mencatat bahwa sosok pemegang tampuk kekuasaan Jambi pada awalnya ialah sosok bernama Putri Selaras Pinang Masak, anak dari Raja Brahma; Raja Diraja Pagaruyung. Dialah sosok penguasa perempuan atas Tanah Jambi, pemegang adat dan asal daulat Negeri yang kemudian bersuamikan Datuk Paduko Berhalo, ungkap nya
Berbagai arsip sejarah mencatat, Datuk Paduko Berhalo sendiri bernama Syed Ahmad Salim, yang kemudian memperoleh gelar setelah menikah dengan Putri Selaras Pinang Masak, tutur Ketua PUDAS dengan hati-hati
Datuk Paduko Berhala datang membawa Syara’ dan Islam ke tanah Jambi.
Dari pernikahan itulah bersambung pada Raja-Raja Jambi, yang memegang adat, turun-temurun dari satu Sultan pada Sultan selanjutnya.
”Jadi apa yang disampaikan oleh Gubernur Jambi Al Haris pada saat memberikan kata sambutan di peringatan Isra Mi’raj dan Haul Datuk Paduko Berhalo kemarin. Itu kita nilai sebagai pembelokan sejarah Jambi. Itu artinya Gubernur Jambi, tidak paham sejarah Jambi,” ujar Hafiz Alatas.
Padahal menurut Hafizi, PUDAS Nusantara telah melakukan kajian serta menyerahkan data penting tersebut pada Pemerintah Provinsi Jambi. Pernyataan keliru Gubernur Jambi soal ‘Rajo Jambi’ pun dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap sejarah atas Tanah yang kini ia pimpin.
”Permintaan kita jelas, Gubernur Jambi Dr. Al Haris harus mengklarifikasi kekeliruannya. Kita sebagai warga Jambi tidak boleh mendiamkan sejarah dibolak-balik. Jangan sesekali kita melupakan sejarah, apalagi mengkaburkan sejarah, untuk diketahui bahwa Manaqib dan Silsilah Raja Jambi yang dibacakan pada acara tersebut adalah kajian dari Yayasan PUDAS Nusantara, tegas bang Hafizi
Hafizi juga menekankan kepada para pejabat di Jambi, agar jangan buta akan sejara pendiri Jambi, mendiamkan kekeliruan pimpinan dan jangan bermental ‘Asal Bapak Senang’ (ABS), tutup Hafizi
Sampai berita ini Publish belum ada tanggapan dari pihak panitia penyelenggara dan Humas Pemerintah Propinsi Jambi (Tim)








































Discussion about this post