Muaro Jambi– Menyoroti Keberangkatan Sejumlah Desa Di Muaro Jambi, Puluhan masyarakat dari DPP LSM Suara Pemuda Jambi mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor kejari Muaro Jambi pada hari senin, 26/5/2025.
Aksi ini di lakukan, terkait Study banding sejumlah kepala Desa Dan BPD yang berada di kabupaten Muaro Jambi, pada tahun 2025, dan Stuty tersebut, diduga menggunakan anggaran Alokasi Dana Desa(ADD) dan di anggap betentangan dengan Instruksi Presiden (INPRES) No. 1 Tahun 2025, yang mengatur efisien anggaran. Inpres mencakup mengurangan belanja perjalanan dinas, pembatasan kegiatan seremonial, dan fokus pada kinerja pelayanan publik seperti yangbdi katakan Ismail kepada media ini Senin 26/5/2025.
Ismail Ketua Suara pemuda jambi mengatakan” Presiden RI telah mengintruksikan seluruh instansi sampai ke Kepala Desa agar menghemat anggaran tapi berbeda dengan Desa yang ada di kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi malah menghamburkan uang untuk pergi Study banding ke pulau jawa,”.
Ismail menambahkan”Aneh nya kepala Desa dan Ketua BPD malah berlomba-lomba menggunakan Alokasi Dana Desa untuk berangkat Study banding ke Banjar negara dan Bandung,”.
yang lebih mengherankan, lanjut ismail”Kepala desa dan rombongan berangkat ke Banjar Negara sedangkan Ketua BPD Berangkat ke bandung seakan ada pembiaran yang di lakukan oleh Camat Kumpeh Ulu dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Muaro Jambi,”.
Di akhir orasinya ismail meminta:
1. Kejari Muaro Jambi untuk segera mengusut terkait Study banding Kades dan Ketua BPD tersebut.
2. Kejari Muaro Jambi untuk segera memanggil dan memeriksa , kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala bidang , Badan Kerjasamo Antar Desa, Kepala Desa , Ketua BPD, dan Pihak terkait.
Perwakilan Suara pemuda jambi langsung memasuki Kantor Kejari Muaro Jambi dan menyerahkan laporan secara resmi terkait Study banding yang di lakukan kepala desa dan Ketua BPD.(Nst)








































Discussion about this post