Kerusakan akses jalan Kabupaten di wilayaha Desa Telentam, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin semakin hari makin parah, akses jalan berlumpur sehingga sulit dilalui warga.
Salah satu pemuda Muhammad Jamel, mengungkapkan keluhannya terkait parahnya akses jalan di wilayah Desa Telentam yang tidak pernah di lirik pemerintah.
“Jalan menuju Kecamatan cuma itulah satu-satunyo, urat nadi ekonomi masyarakat bergantung di situ, sedangkan kondisi jalan boleh di lihat lah, tidak layak di sebut jalan Kabupaten,” ucap M. Jamel
Warga juga menyebut, sudah 87 tahun indonesia merdeka, warga Desa Telentam di wilayah Kecamatan Tabir Barat tidak pernah tercicipi pembangunan jalan hitam diwilayah nya, jangankan jalan hitam, jalan layak di tempuh saja sulit di dapat.
Ketua lembaga adat Desa Telentam M. Abas juga memberikan komentar terkait parah nya akses jalan Kabupaten diwilayah Desa Telentam. dirinya menuturkan, dengan kondisi jalan yang begitu parah, warga sangat berharap pihak pemerintah bisa memberikan solusi.
“Kami sebagai lembaga adat tentu berharap pihak pemerintah bisa memberikan solusi terkait dengan kondisi jalan yang begitu parah ini bisa di perbaiki”,terangnya.
Tak hanya itu, keluhan dari anak-anak sekolah dasar (SD), baik SD 129 dan 226 hingga para tenaga puskesmas kecamatan, tampak juga mengeluh, dengan kondisi jalan yang sangat sulit dilalui itu.
Dari pantauan dilapangan, hampir setiap hari baik anak SD dan tenagan puskes kecamatan itu, terlihat melintasi akses jalan yang berlumpur tersebut, bahkan tak sedikit para pengendara yang terjatuh dan pakayan dilumuri lumpur sebelum sampai di tempat bertugas.
“Kalau di sebut mengeluh yo tentu mengeluh, tapi mau bagaimano lagi, jalan cuma ini satu-satunyo, kadang belum sampai kantor kain udah macam tanah,”ungkap ibu-ibu tersebut.
Kerusakan akses jalan Kabupaten di wilayah Desa Telentam, Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin, juga disinyalir dampak dari para unit excavator peti ilegal yang berlalu lalang saat rolling, sehingga ketahanan akses jalan tanah diwilayah Telentam tersebut hancur.
Bahkan tak hanya itu, kerusakan bahu jalan (tebing) dari dampak para pelaku peti ilegal dalam beroperasi membuat beberapa bahu jalan Kabupaten diwialyah Desa Telentam hancur dan longsor.
Bandelnya para pelaku peti saat rolling membawa unit excavator, sehingga tak sedikit membuat aliran air bersih di dalam Viva yang terletak di bawah tanah dan tepi jalan raya tersebut pecah, sehingga membuat akses jalan dari becek jadi lumpur.
Berdasarkan informasi yang kami himpun, hingga kini belum ada ketegasan baik dari pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Kabupaten, hingga pihak aparat kepolisian memberikan sangsi bagi pelaku peti ilegal yang suka membuat akses jalan Kabupaten hancur tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, kerusakan akses jalan Kabupaten di wilayah Desa Telentam masih seperti bubur yang tidak pernah dipedulikan Pemerintah untuk mempemerbaiki.(BR)








































Discussion about this post