Sudah hampir satu pekan, saluran air bersih di Desa Telentam mati total, hingga kini krisis air bersih masih menjadi polemik di tengah lingkungan masyarakat Desa Telentam.
“Lah satu minggu lebih kami warga dusun simpang ko dak do air bersih, aliran air mati, tanyo dengan pemerintah Desa dak do solusi”, ungkap ibuk-ibuk warga simpang.
Warga juga memprediksi, krisis air bersih di Desa Telentam ini akan berlangsung lama. pasalnya, berdasarkan informasi dari warga, belum ada solusi dari pihak pemerintah Desa Setempat.
Sejumlah warga juga menuturkan, dampak dari matinya aliran air bersih menjelang Ramadhan di Desa Telentam membuat warga kesulitan untuk mandi dan beribadah.
Sementara itu, dua aliran sungai Batang Tabir dan Batang Telentam yang dulu biasanya di gunakan warga di Desa, sekarang tidak bisa di pungsikan, karena keruh pukat akibat para pelaku PETI yang mencemari air.
Dari hasil investigasi media ini dilapangan, hampir rata-rata semua aliran sungai di wilayah Desa Telentam baik itu sungai kecil hingga besar, punah tercemari dari dampak para pelaku tambang ilegal (PETI).
Warga berharap, permasalahan krisis air bersih di beberapa tempat di Desa Telentam segera cepat teratasi oleh pemerintah Desa setempat, karena air adalah sumber kehidupan manusia.
Saat ini, awak media ini belum dapat mengkonfirmasi langsung pemerintah desa Telentam, kades Desa Telentam saat di hubungi melalui nomor pribadinya tidak aktif.
Berdasarkan keterangan sebelumnya, kaur pembanguan Desa Telentam menyebutkan, permasalah saluran air bersih sudah pernah di atasi, baik itu untuk warga Dusun Simpang maupun warga ujung tanjung di sekitaran masjid Babussalam.
Permasalannya terjadi akibat beban saluran air dalam satu Viva (peralon) terlalu banyak, sehingga bagi warga yang jauh seperti dusun simpang tidak dapat kebagian, di tambah lagi kenakalan warga yang hobi menyambung air di Viva (peralon) yang tidak semestinya.
“Kita di Desa Telentam ini kan ada pansimas saluran air bersih, tiap-tiap dusun sudah kita aliri air bersih, satu Viva (peralon) satu dusun, untuk warga simpang kenapa mati, itu penyebab warga yang hobi menyambung air di Viva (peralon) simpang”,ungkapnya.
Mengenai warga di sekitaran masjid babussalam, berdasarkan informasi yang di dapat, matinya aliran air bersih akibat kekurangan Viva (peralon) serta pansimas air bersih yang sering rusak dan tidak layak lagi.
Masyarakat berharap, menjelang ramdhan pemerintah desa Telentam serta lembaga lainya bisa mengatasi permasalah aliran air bersih (pansimas) di Desa Telentam, serta menindak tegas bagi warga yang suka merusak Viva (peralon) aliran air bersih.
Hingga berita ini terbitkan polemik kriris air bersih di Desa Telentam masih menjadi berincangan warga, untuk saat ini terpantau belum ada solusi dari Pemerintah.(BR)








































Discussion about this post